twitter





Sebuah pepatah mengatakan setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Setiap sesuatu yang datang pasti akan pergi. Setiap yang lahir pasti akan mati. Tidak ada yang tetap di dunia ini, semuanya akan berubah. Yang Maha Kekal hanyalah Allah SWT. Hal itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾ وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾

Artinya: “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan (yang) tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Q.S. Ar-Rahmaan (55):26-27)

Hidup ini memang terkadang tidak bisa memilih. Kita tidak bisa menghindar dari bagian pahit dari kehidupan. Seuatu ketika seseorang harus kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya. Karena itu semua adalah bagian dari kehidupan kita. Semuanya harus diterima dengan lapang dada sebagaimana ketika pertama kali menerima orang yang dicintai tersebut. Memang sudah menjadi sunnatullah bahwa sesuatu itu ada dan tiada. Berawal dari tidak ada kemudian jadi ada dan terakhir nantinya akan kembali menjadai tiada. Itu adalah hal yang sudah pasti dan tidak ada yang bisa menawar atau menghindar.

Namun terkadang banyak diantara kita yang tidak bisa melihat dari sisi yang lain dari hilangnya orang tercinta. Kita biasanya hanya melihat dari sisi ‘kita’nya tanpa berusaha melihat dari sisi-sisi lainnya, sehingga ketika ada orang yang dicintai telah pergi, kita langsung mengukur dan menilainya berdasar sudut pandang kita. Maka ketika hal itu tidak sesuai dengan keinginan atau bertentangan dengan apa yang kita harapkan, tentu kita tidak akan begitu saja menerima apa yang telah terjadi itu. Kita sering kali menyalahkan orang lain atau sesuatu faktor lain atas kejadian yang tidak sesuai dengan keinginan kita, bahkan tidak jarang ada orang yang secara tidak tahu diri dan begitu sombongnya sampai-sampai berani menyalahkan Allah SWT atas perginya orang yang dicintainya. Sungguh malang nasib orang seperti itu.Naudzubillah min  dzaalik.” Hendaknya orang yang sedang merasakan kesedihan yang cukup mendalam berkaca kepada orang lain yang nasibnya jauh lebih sedih dan sakit dari pada apa yang telah menimpa padanya.

Simaklah sebuah kisah isra mi'raj Rasulullah SAW, berikut. 

Kalau kita baca sejarah hidup Rasulullah SAW, sebelum peristiwa isra’ mi’raj terjadi, Rasulullah SAW mengalami musibah duka cita yang sangat mendalam. Beliau ditinggal mati oleh istrinya tercinta, yang begitu setia menemani dan menghiburnya dikala orang lain masih mencemoohnya. Belum habis kesedihan beliau, lalu ditinggal oleh pamannya, Abu Thalib, yang sangat melindungi aktivitas Nabi SAW. Begitu sedih Rasulullah SAW, dalam waktu yang berdekatan ditinggal pergi selamanya oleh dua orang yang sangat dicintainya. Namun demikian Rasulullah SAW tetap sabar dan tidak putus asa menghadapinya. Beliau yakin bahwa Allah SWT pasti akan menghiburnya. Dan benarlah, beberapa waktu kemudian Allah SWT menghiburnya dengan perjalanan Isra’ mi’raj.

Hikmah yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut adalah setiap kesedihan pasti akan diganti oleh Allah SWT dengan imbalan yang lebih baik. Tidak ada perbuatan yang lebih baik dari pada sabar bagi orang yang sedang dirudung kesedihan karena ditinggal pergi selamannya oleh orang-orang dekatnya. Karena sudah banyak bukti yang ditunjukkan Allah SWT kepada kita, bahwa seorang hamba yang ditinggal mati oleh orang dekatnya, kemudian dia bersabar pasti akan diganti dengan yang lebih baik.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, menyebutkan bahwa: “Anak Abu Thalhah menderita suatu penyakit, lalu meninggal dunia. Ketika itu, Abu Thalhah sedang bepergian. Tatkala istrinya mengetahui bahwa anaknya telah meninggal dunia, ia menyiapkan sesuatu dan meletakkannya di samping rumah. Ketika Abu Thalhah datang, dia bertanya?, Bagiamana keadaan anak kita?” Istrinya menjawab, “ jiwanya sudah tenang dan dia telah istirahat. Abu Thalhah menyangka bahwa istrinya jujur. Lalu dia menghabiskan malam itu (berkumpul dengan istrinya), dan ketika tiba waktu pagi, ia pun mandi junub. Ketika hendak bepergian, istrinya memberitahukan kepadanya bahwa anaknya telah meninggal. Setelah itu, ia shalat bersama Nabi SAW dan mengabarkan tentang apa yang terjadi padanya. Maka Rasulullah SAW bersabda: ‘Semoga Allah memberikan berkah untuk kalian berdua (atas apa yang kalian perbuat) pada malam itu. ‘Kemudian Sufyan menuturkan bahwa seorang laki-laki dari Anshar berkata, ‘Aku melihat keduanya memiliki sembilan anak yang seluruhnya hafal al-Qur’an.” (H.R. Bukhari (1301).

Berdasarkan hadits ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa hanya dengan kehilangan satu orang yang paling dicintai, namun dihadapi dengan sabar, pasrah dan berdoa memohon kebaikan kepada Allah SWT, maka diganti dengan lebih banyak dan lebih baik.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira untuk menenangkan hati orang-orang yang ditinggal mati oleh orang-orang yang dicintainya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang meninggal diantara keduanya tiga orang anaknya yang belum baligh, melainkan Allah akan mengampuni keduanya karena karunia Allah kepada mereka.” (H.R. Imam Ahmad (3544).

Kita juga patut belajar kepada Urwah bin Zubair, ketika kakinya terpotong, ia berkata, “Segala puji bagi Allah SWT, Dia telah mengambil satu anggota badan dan masih memberikan nikmat lainnya yang lebih banyak. Allah mengetahui bahwa sama sekali aku tidak pernah berjalan untuk tujuan yang haram. “ lalu dikatakan kepadanya, ‘Anakmu telah terjatuh dari atas tembok sehingga lehernya patah lalu meninggal dunia.’ Maka Urwah pun menjawab: ‘Segala puji bagi Allah, jika Engkau telah mengambil satu anakku, Engkau masih menyisakan yang lainnya. Maka bagi-Mu segala pujian atas apa yang telah engkau ambil dan bagi-Mu segala pujian atas apa yang Engkau sisakan.” Demikianlah seharusnya kita bersikap apabila orang yang kita cintai diambil Allah SWT. sebab Allah SWT telah memberikan nikmat yang lebih banyak dan lebih besar selain itu. Mungkin saja kita telah menikmati pemberian Allah SWT selama puluhan tahun, lalu Allah hanya mengambil satu saja yang kita cintai. Maka, tidaklah patut kita berkeluh kesah apalagi putus asa.
Selain itu ada sebuah hadits qudsi yang memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang ikhlas ditinggal mati oleh orang yang dicintainya.

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى يَا مَلَكَ الْمَوْتِ قَبَضْتَ وَلَدَ عَبْدِي قَبَضْتَ قُرَّةَ عَيْنِهِ وَثَمَرَةَ فُؤَادِهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا قَالَ قَالَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ قَالَ ابْنُوا لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

Artinya: “Allah SWT berfirman kepada Malaikat Maut, sudahkah engkau cabut nyawa anak kesangan dan permatahati hamba-Ku?, Malaikat menjawab: ‘sudah’. Allah bertanya: ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku’. Malaikat menjawab: ‘hamba-Mu memuji-Mu dan ber-Istirja’ (mengucapkan Innalillahi wainnaa ilaihi raaji’uun). Kemudian Allah SWT berfirman: ‘Bangunkan rumah di surga untuknya dan berilah nama rumah itu dengan baitul hamdi.”(H.R. Imam Ahmad, 18893).

Kebanyakan hadits menyebutkan anak-anak saja yang dianggap orang-orang kesayangan. Karena memang secara umum anak-anak adalah kesayangan dan permati hati setiap orang tua, apabila buahhatinya hilang tentu menimbulkan kesedihan yang amat mendalam. Namun semua orang yang dicintai adalah termasuk dalam golongan ini, baik anak, bapak, ibu, suami, istri dan orang-orang dekat yang dicintainya.
Rasa cinta seseorang memang sangat mempengaruhi kehidupannya. Namun janganlah cinta kepada sang buah hati menjadikan lupa diri. Cinta yang berlebihan akan menyebabkan seseorang sangat bergantung kepadanya. Ketergantungan dan kecenderungan tersebut bisa melebihi ketergantungannya kepada Allah SWT. Apabila hal ini yang sudah terjadi maka akan menjadi sebab kesengsaraan, adzab dan kecelakaan. Betapa banyak orang-orang besar binasa karena ulah orang-orang yang dicintainya.

Barangsiapa bergantung kepada Allah SWT, cinta karena-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya, maka Allah SWT akan memuliakan dan mengangkatnya. Kita tidak tahu apakah orang-orang yang sangat kita cintai itu baik dan bermanfaat. Terkadang orang-orang yang kita cintai tersebut justru membuat bencana. Karena ini cinta yang paling utama adalah apabila disandarkan kepada Allah SWT. Ingatlah Nuh yang anak tercintanya mati tenggelam dalam banjir, namun dia tetap sabar dan berharap imbalan lebih baik dari Allah SWT dan dia tidak berputus asa. Demikian pula Nabi Muhammad SAW yang ditinggal oleh pamannya, dia tetap optimis berjuang menghadapi rintangan dan terus memohon pertolongan kepada Allah SWT dan akhirnya sukses membawa sinar keimanan di dunia.
Kematian bukanlah suatu siksaan. Bahkan kematian bagi orang mukmin adalah bagian dari sebuah hadiah. Rasulullah SAW bersabda:
تحفة المؤمن الموت

“Hadiah orang mu’min adalah kematian.” (HR Thabrani dan al-Hakim)
Nabi SAW menegaskan hal ini karena dunia adalah penjara orang mu’min, sebab ia senantiasa berada di dunia dalam keadaan susah mengendalikan dirinya, menempa syahwatnya dan melawan syetannya. Dengan demikian, kematian baginya adalah pembebasan dari siksa ini, dan pembebasan tersebut merupakan hadiah bagi dirinya. Ketika kita sudah mengetahui bahwa kematian orang yang kita cintai, mungkin saja adalah sebuah hadiah dari Allah SWT, lalu tidak ada gunanya bagi orang yang ditinggal mati meratapi dan berkeluh kesah. Karena jika yang meninggal gembira menerima hadiah, tentu tidak pantas kita menangisinya.
Sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang yang ditinggal mati oleh orang-orang yang dicintainya, maka tidak ada pelajaran yang paling baik kecuali kisah Ummul Mukminin, Ummu Salamah ra.
Dalam sebuah hadits shahih yang bersumber dari Ummu Salamah, ia berkata:

”Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ”Tidak ada seorang hamba pun yan ditimpa musibah lalu mengucapkan: Innaa lillaahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma jurnii fii mushibatii wakhluflii khairan minhaa. (Sesungguhnya kami milik Allah, kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku lantaran musibah yang menimpaku ini dan berikanlah ganti kepadaku dengan yang lebih baik dari musibah ini). Kecuali Allah akan memberinya pahala lantaran musibahnya dan akan mengganti musibahnya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”

Ummu Salamah berkata: ”Ketika Abu Salamah (suaminya) wafat, aku berdoa sebagaimana perintah Rasulullah padaku, dan ternyata kemudian Allah SWT memberiku ganti yang lebih baik daripada musibah itu, yaitu pribadi Rasulullah SAW yang menggantikan kedudukan suaminya dahulu.
Jadi doa yang paling mustajab bagi orang yang ditinggal pergi kekasihnya adalah:

إنا لله و إنا إليه راجعون, اللهم أَجُرْني في مصيبتي و اخْلُفْ لي خيرًا منها.

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma’ajurniy fii mushibati wa akhlif liy khoiron minhaa

“Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepadaNya, ya Allah berikan aku pahala dalam musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya.”

Melainkan Allah akan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik. (HR . Muslim)



Inilah Wanita-wanita Luar biasa dalam Alquran ...
  v Siti Hawa, wanita pertama yang Allah ciptakan untuk menemani Adam as. 
Makhluk yang mampu mengemban amanah memberikan ketentraman bagi para suami, melalui pernikahan.
  v    Siti Sarah, wanita cantik yang pertama kali beriman kepada dakwah Nabi Ibrahim. Keteguhan imannya kepada Allah dan ketaatan pada suaminya di uji ketika ia digoda oleh seorang Raja yang kaya raya untuk berzina,tetapi ia tetap berpegang teguh pada keimanan dan keta’atan pada suaminya.
v    Siti Hajar, wanita yang cantik yang terkenal karena keteguhan keiman,ketakwaan dan tawakalnya kepada Allah. Sehingga hal itu di abadikan oleh Allah dalam salah satu dalam syariat haji. Yaitu, sa’i, berlari-lari kecil antara bukti shofa dan marwa.
v     Asiyah, istri fir’aun. Seorang istri yang sholehah dari Raja dan penguasa yang sangat kejam. Kesolehannya dan keteguhan imannya, membuat ia di tunjuk oleh Allah untuk melindungi Musa kecil dari perintah pembunuhan yang di serukan oleh suaminya sendiri yaitu fir’aun kepada seluruh bayi laki-laki yang lahir pada waktu itu. Dan keimannya kepada Allah sama sekali tidak terpengaruh, walaupun ia hidup dalam lingkungan yang musyrik kepada Allah
v    Ibunda Musa, adalah sosok ibu yang rela berkorban demi keselamatan anaknya, sangat sabar dalam membesarkan anaknya, walaupun ia harus rela melepaskan anaknya untuk di adopsi oleh asiyah.
v    Ratu Balqis, seorang wanita penguasa yang kaya raya yang dapat menaklukan kesombongan dirinya untuk menerima kebenaran yang datang dari Allah melalui Dakwah Nabi Sulaiman as. Dirinya tidak ragu-ragu untuk meninggalkan kekafiran dan mengikuti dakwah Nabi Sulaiman as, untuk menyembah Allah swt dan hidup sesuai dengan syariat yang ditetapkan oleh Allah.
v    Maryam, adalah satu contoh wanita sholehah yang terlahir dari keluarga yang sholeh, Keluarga yang di abadikan dalam Al Quran melalui surat Ali Imran. Maryam sendiri, di abadikan oleh Allah melalui surat Maryam. Keteguhan dan ketakwaannya kepada Allah dalam menjalani kehidupan membuat dirinya dijadikan contoh oleh Allah untuk kaum wanita pada umumnya.
v     ‘Aisyah, adalah istri Rasulullah saw yang dengan kesabarannya dan keteguhannya bertawakal kepada Allah dalam menghadapi fitnah dan ujian yang sempat melanda rumah tangga yang disebarkan oleh kaum munafiq pada waktu itu. Keteguhannya dan kesabarannya diabadikan oleh Allah yang bisa kita temukan dalam surat Annur ayat 11 -14, yang sekaligus membebaskan ‘Aisyah dari tuduhan yang tidak benar terhadap dirinya ...



Seringkali ku merasa bosan
Menunggu datangnya sang Bidadari hati
Di setiap malamku, ku bernyanyi dan berhayal
Berharap ia ada di sini

Kucoba tepiskan semua rindu
Namun  percuma, karena
Rindu ini semakin membelenggu
Melumpuhkan semua nafasku

Aku ingin segera bertemu
Untuk tumpahkan semua hasratku
Aku ingin slalu berada di sampingmu
Menyanyikan sebuah syair bersamamu

Aku berlari dan terus berlari
Mengejar bayangmu yang kian menjauh
Inginku jemput engkau
Wahai bidadariku

Namun semakin aku berlari
Semakin pula engkau menjauh

Dan Hilang...


Sakitnya Menjulang
Harta pun tak berarti
Hilang, raip tak tersisa
Napas mengeluh
Hati menangis
Jiwa meronta kesakitan


Ya Robbi....
Akankah ada mudah untukku
Di ujung penantian ini
Terasa dekat
Dekat
Dan teramat dekat
Ajjal kian menghampiri


Ya Robbi....
Ijinku meminta
Tuk ucap nama-Mu

Hinggaku terpejam tuk Selamanya.



=(Cintaku di Ujung Selatan)=

Sederhana
Tiada yang istimewa
Hadir dalam sebuah rasa
Tak ada duga
Arungi jiwa
Akhirnya jatuh cinta



Pilu jika hilang cinta
Cintaku sampai habis
Sayangku tanpa henti
Rinduku tanpa akhir
Rasaku berbaur kasih
Berbalut  kasih di singgasana



Ini cinta
Penuh Tanya
Penuh  rahasia
Ku gapai cinta
Cintaku di ujung selatan

Iringi aku hingga akhir masa




CINDIUS PART 2

6 Agustus 2014 nah guys....itulah tanggal dimana hari itu kuraih lagi cinta nishwa hingga sampai saat ini.
Lho kenapa, kok bisa???...
Jawabnya simple saja : Karena  Setia’.
Yuk kita ikuti lagi ceritanya Cindius Part 2 J J J

Alkhamdulillah berkat konflik ketidaksengajaan akhirnya cintaku bersemi lagi dan ku ucapkan terima kasih sama Feni(temen facebook).
Feni dan Nishwa yang saat keduanya merasa sama-sama tidak enak hati. Saat aku Coment sama Feni tau-tau nishwa ikut coment dan saat itulah Feni merasa tidak enak hati karena merasa dirinya menggangu hubunganku dengan Nishwa hingga dia memutuskan untuk jauhi diriku.
Hatiku berkata “ Aduh hubungan pertemananku putus”. Nah taulah nishwa tentang hubunganku dengan Feni jadi jauh, nishwa ngerasa ga enak hati sama feni karena merasa salah coment di facebook hingga akhirnya nishwa telphon aku tuk bilangin permintaan maafnya pada feni.
Dari percakapanku dengan nishwa di telphon, aku pun akhirnya ungkapin lagi rasa cinta yang msih tersisa padanya.
Puji syukur aku jelasin semua tentang hubunganku dengan feni itu hanya sekedar teman dan tak lebih dari itu. Aku pun tetap berusaha tuk dapatin cinta nishwa kembali lewat percakapan di telephon itu. Dan.........
Alkhamdulillah nishwa mau beriku kesempatan tuk jalanin rasa yang tlah  ada.

Sungguh ga ku sangka !!!...

Hati ini terasa lebih hidup saat aku dengannya sama-sama berkomitmen dan menaruh kepercayaan satu sama lain dan menyerahkan semua urusan kepada Allah S.W.T .

Jika memang kita berjodoh pasti akan dipertemukan.
Tapi jika kita tak berjodoh berarti Allah S.W.T telah merencanakan yang lebih indah dan menyiapkan pasangan tuk kita berdua yang lebih baik.

       Disinilah kupasrahkan semua pada yang kuasa dengan mengharap Ridhonya, semoga kita selalu dipersatukan sampai engkau memisahkan kita berdua.. Aamiin...

Barakallahu Fikh...



CINDIUS PART 1

Dahulu saat  aku sedang asyik facebookan, tau-tau temanku memperlihatkan sebuah foto yang ada di Hpnya, dan dia mengenalkan foto itu padaku serta menceritakan panjang lebar tentangnya.
Waktu itu aku ga begitu tertarik dengan seorang yang ada didalam foto tersebut hingga aku ber kata “ Ah kamu ngenalin orang lewat foto, ketemuan donk baru aku tertarik hehe sambil ketawa baca status alay di facebook.
Beberapa minggu kemudian aku merasakan galau di hari minggu dan Hp pun bordering tanda sms masuk.
Temenku       : Lgi apa wha???...
Aku              : Gi galau wha. L
Temenku       : Wah sama aku juga lagi galau, pergi yuk...
Aku              : Kemana???...
Temenku       : Guci wha.
Aku              : Okey Ayoo...
Nah sepulang dari guci temenku ngajakin mampir dulu ke rumah seorang yang ada di foto, disana kami ketemu sama mba Hikmah (kaka yang ada di foto tersebut) dan aku kenalan dengannya sambil ngobrol pengalaman masa depan.
Lama tak bertemu dengan mba hikmah lagi, tau-tau dapat undangan pernikahannya pas setelah hari raya idul fitri. Akhirnya datanglah aku dengan teman baikku itu, dan memberikan ucapan selamat serta do’a.
Basa-basi Tanya dengan mba hikmah, Nishwa( seorang yang ada di foto) mana yah ko ga kelihatan???..
Jawab mba hikmah : ada tuh di dalam lagi sakit dan mungkin malu  untuk keluar.
Jawab temanku  : Ouh gitu ya udah nanti salamin ajah dari kami(Aku dan temanku), dan kami pun pulang karena waktu sudah cukup sore.
Beberapa bulan kemudian aku dapat sms dari nomer Hpnya mba hikmah, ku kira itu mba hikmah ga taunya itu nishwa yang sms dan akhirnya kami smsan hingga akrab.
Dari percakapan melalui Hplah aku mulai merasakan kenyamanan hati dan timbulah rasa cintaku terhadapnya. Curhat...curhat...curhat... kami sama-sama curhat masalah hati.
Ga kusangka waktu begitu cepat berlalu lebaran tlah tiba lagi, aku main ke rumah nishwa untuk pertama kalinya ketemu dengannya. Dalam hatiku berkata “ Subahanallah....... ternyata Aslinya lebih cantik dan sholehah di bandingkan yang ada difoto”.
Hati ini bertambah penasaran ingin kenal lebih dekat lagi dengan nishwa dan berkhayal “Andai saja dia mau jadi pendamping hidupku, pasti takan kusia-siakan dia dan kan kusayangi dengan sepenuh hatiku”.
Sepulang dari pekalongan habis bimbingan skripsi Nishwa telphon, ya Robbi alangkah bahagianya diriku di telphon seorang yang diidam-idamkan.
Curhatpun dimulai lagi 
Dengan hati yang penuh keyakinan ku beranikan ungkapkan kata maukah engkau berta’arufan denganku???...(Tanya aku lewat sms setelah semalem ditelphon) singkat ceritanya nishwa pun mau berta’aruf denganku, dan 1 bulan kemudian aku main kerumahnya dengan membawa sebingkai kaligrafi hasil buatanku sendiri yang akan ku berikan pada nishwa, dan aku pun diberi sebuah kado entah apa isinya karena nishwa menyuruh untuk membukanya dirumah saja.
Saat perjalanan pulang “ Aduh hujannya lebat banget, udah gitu naik angkot atapnya bocor lagi”.
Kring.... sms masuk dari nishwa dengan mengucapkan terima kasihnya karena telah dibuatkan kaligrafi tersebut. Namun hatiku menangis... saat dia ucap lewat sms “hubungan ini ga usah diterusin yah karena ga ada yang bisa diharapin dari aku”. Aku putus asa dan rapuh baca sms itu hingga hampir sampai dirumah air mata ini tumpah di tengah perjalananku pulang.
Dalam semangat jiwaku aku tetap menunggunya tuk ungkapin rasa yang ku miliki untuk yang kesekian kalinya.
Kutunggu Engkau Sampai Kau Mau Denganku & Samapai Kapanpun.

Bersambung.....